This is my explore pages !!
ahia…. be friend looking up round the world #add #me #Line my #QRcode #scan find me on your Line 😉😁😁😁

ahia…. be friend looking up round the world #add #me #Line my #QRcode #scan find me on your Line 😉😁😁😁

astagfirullah.. astagfirullah.. mataa nashrullah? mataa nashrullah? #islam #release #reminder #ramadan #1435

astagfirullah.. astagfirullah.. mataa nashrullah? mataa nashrullah? #islam #release #reminder #ramadan #1435

#picoftheday #today #turkmen #dessert

#picoftheday #today #turkmen #dessert

#WorldCup of blood #Syria #2014 #pragmatism #Business #karlMax theory #forgeting what happen in muslim today

#WorldCup of blood #Syria #2014 #pragmatism #Business #karlMax theory #forgeting what happen in muslim today

#cheesecake without baked
main recipe are #dates and #peanuts

Hizb ut-Tahrir members on trail for terrorism

The Moscow City Court has started the trial for a case against members of “Hizb ut-Tahrir”, an Islamist organization that was banned in the Russian Federation in 2003.

The accused are Saipulla Kurbanov and Shamil Ismailov, two natives of the Republic of Dagestan, and Zakrillokhon Rakhmonkhodjaev and Azizbek Inamov, two natives of Central Asia; all of them are accused of illegal possession of weapons, involvement and organizations of a banned community, abetment to terror activities, and preparation to violent seizure of power.

In November 2012 the FSB conducted numerous detentions and searches at houses of supporters of “Hizb ut-Tahrir”, suspected of violating Part 2 of Article 282 of the Criminal Code of the Russian Federation “organization of activity of an extremist organization”.

The official report of the FSB states that during the search of the houses of suspected persons, power agents seized propaganda literature, included in the list of extremist materials, and found documents and items, indicating illegal activity of the detainees.
The detainees were also charged with attempting to overthrow the constitutional order.

The Islamist movement “Hizb ut-Tahrir” is included in the list of organizations, for which there is information of their involvement in extremist activity or terrorism.
It was founded in 1953 as a Sunni Muslim organization in Jerusalem by Taqiuddin al-Nabhani, an Islamic scholar from the Palestinian village of Ijzim. Since then Hizb ut-Tahrir has spread to more than 40 countries and by one estimate has about one million members. The organization is very active in many countries across the globe, and particularly in several Arab and Central Asian countries, despite being banned by some governments.

In February 2003 the Russian Supreme Court out Hizb ut-Tahrir and 14 other groups, including the Muslim Brotherhood and the Gamaa al-Islamiya, on a list of banned terrorist organization.
According to sources Hizb ut-Tahrir is actively helping jihadists in Syria, with the objective of uniting under an Islamic umbrella the various fighters and establishing an Islamic Caliphate.

KRITIS (1)

‪#‎PERNYATAAN‬:
klo karena alasan keamanan semacam ancaman pembunuhan, penangkapan dsb yang membuat Amir Hizbut Tahrir harus bersembunyi, maka tentulah Utsman Bin Affan Ra. lebih layak bersembunyi ketika menjadi khalifah karena khalifah sebelumnya Umar Bin Khattab Ra. meninggal disebabkan ditikam, tp kenyataan Khalifah Ustman Bin Affan Ra tetap memimpin umat secara langsung tanpa bersembunyi walaupun pada akhirnya beliau juga meninggal karena di bunuh, apakah kemudian Khalifah setelahnya yaitu Ali Bin Abi Thalib akhirnya menjadi khalifah dgn bersembunyi karena 2 khalifah sebelumnya telah dibunuh?ternyata tidak juga saudaraku. walaupun beliau memindahkan pusat pemerintahan ke kufah (iraq) tapi beliau tetap memimpin umat ini secara langsung tanpa bersembunyi, dan akhirnya khalifah Ali Bin Abi Thalib Ra. pun juga terbunuh. jadi silahkan beri alasan ataupun hujjah yg kuat yg bisa meyakinkan saya dan umat bahwa Khilafah bisa diperjuangkan dgn kepemimpinan yg sembunyi2 sperti ini? ‪#‎marikembaliberfikirkritis‬

‪#‎TANGGAPAN‬:
UMAR bin Khattab, Utsman bin Affan, & Ali bin Abi Thalib, memang tidak SEMBUNYI ketika menjadi Khalifah. Pun juga dengan Rasulullah ketika menjadi seorang kepala negara. Beliau tetap memimpin umat ini secara langsung tanpa berSEMBUNYI. Itu benar.

1. Karena posisi beliau-beliau sebagaimana yang telah disebutkan tadi, adalah sebagai kepala negara. Jelas, tidak mungkin kepala negara memimpin dengan SEMBUNYI.

2. Karena kepala negara memiliki alat negara yang berfungsi melindungi negara, memberikan jaminan keamanan kepada kepala negara dan rakyatnya, yakni ahlul quwwah (baca: militer). Jelas, tidak perlu kepala negara memimpin dengan SEMBUNYI.

3. Karena kepala negara Islam senantiasa dicintai rakyatnya sebab menerapkan Islam. Oleh karenanya para Khalifah terdahulu merasa yakin tidak mungkin rakyatnya sendiri yang begitu mencintai mereka akan melukai mereka. Terlebih lagi negara Islam menjamin jiwa, harta & kehormatan warga negaranya tanpa memandang suku ataupun agamanya, yang ada rakyat merasa berhutang budi kepada negara & pemimpinnya yang menerapkan aturan yang adil dan menyejahterakan. Sehingga kehidupan Khalifah Umar, Utsman & Ali tidak menggunakan pengawalan. Mereka berfikir tidak mungkin dilukai oleh rakyatnya sendiri. Dan ini terbukti, Umar, Utsman & Ali tidak terbunuh ditangan rakyatnya sendiri. Melainkan oleh para penyusup, pemberontak dan musuh-musuh Islam.

4. Ketiga poin diatas adalah contoh kasus ketika seorang kepala negara Islam tidak membutuhkan pengawalan, atau bahkan bersembunyi ketika memimpin ummat. Namun, setelah belajar dari pengalaman para sahabat tersebut, para Khalifah setelahnya (Umayah-Abbasiyah-Ustmaniyah) akhirnya menggunakan pengawalan dalam memimpin negara. Dan terbukti eksistensi negara Islam mampu berlangsung hingga 14 abad lamanya.

5. Keempat poin diatas adalah tentang pemimpin negara (Khalifah), bukan pemimpin partai ataupun pemimpin gerakan yang jelas-jelas memiliki status, fungsi, & peran yang berbeda. Terlebih gerakan tersebut belum memiliki ahlul quwwah (baca: militer) yang akan melindungi aktifitas dakwah yang berpotensi mendapatkan ancaman dari luar.

6. Mari kita tilik Sirah Nabawiyah:

- Sebelum Hijrah, Rasulullah adalah pemimpin gerakan, yang mendakwahkan Islam sebagai sebuah aturan kehidupan.

- Dakwah di mekkah pada awalnya dilakukan secara sembunyi-sembunyi dengan alasan keamanan.

- Kemudian setelah Umar memeluk Islam, dakwah dilakukan secara terang-terangan. Namun reaksi kafir Quraisy semakin keras, bahkan berpotensi mengancam keberlangsungan dakwah.

- Kemudian Rasul & para sahabat mendapat pertolongan dari Allah, melalui suksesnya dakwah Mushab bin Umair mengontak penduduk Yatsrib dan thalabun nusrah kepada Ahlul Quwwahnya (Saad bin Muadz, panglima kabilah Aus & Khajraz).

- Akhirnya para pengikut Rasul hijrah ke Yatsrib, menyusul kemudian Rasulullah & Abu Bakar.

- Di tengah perjalanan, kaum kafir Quraisy mengejar beliau. Apa yang dilakukan beliau? Ya, benar, Rasul & Abu Bakar SEMBUNYI di gua Tsur, tentu saja alasan yang sama, alasan KEAMANAN, bukan karena pengecut, bukan !

RASUL tahu betul pada saat itu beliau masih hanya memimpin sebuah gerakan, belum memimpin sebuah negara, belum memiliki ahlul quwwah yang siap melindungi, mengamankan jiwa dengan tidak “NARSIS” demi keberlangsungan dakwah jauh lebih utama daripada “berani” tapi tanpa strategi.

BARULAH, sesampainya di Yatsrib, setelah disahkannya piagam Madinah sebagai legal formal dinubuhkannya negara Islam, dan adanya ahlul quwwah (baca: militer) yang siap memberikan jaminan keamanan bagi beliau dan dakwah Islam secara kaffah, beliau tampil sebagaimana seorang kepala negara, tidak sembunyi-sembunyi lagi.

BUKANKAH keamanan itu sangat penting bagi berlangsungnya dakwah? Bukankah Rasul adalah teladan terbaik, termasuk teladan dalam strategi mendirikan sebuah negara yang menjamin terlaksananya Islam secara komprehensif?

*TERUNTUK para Jenderal yang mukhlis, maukah Anda semulia Sa’ad bin Mu’adz, yang wafatnya saja mampu menggetarkan arrasy?

This AMAzING
Above changing the tire without stopping the speed
Q :: Could be huh?? Changing the OS without dispose the oldest?!
Changing into Syariah Rules without dispose Democracy ??! 

This AMAzING

Above changing the tire without stopping the speed

Q :: Could be huh?? Changing the OS without dispose the oldest?!

Changing into Syariah Rules without dispose Democracy ??! 

# Jual Beli Saham dalam Islam? … … …

Pada prinsipnya, Islam tidak melarang umatnya untuk mencari harta dari mana pun. Tapi, harta tersebut haruslah halal dan thoyib. Maksudnya, cara mendapatkannya halal, tapi barang yang didapat tidak halal, berarti tidak baik. Begitu pun sebaliknya. Jadi harus semuanya bagus, baik cara mendapatkannya maupun barangnya. Dalam hal jual beli hukumnya boleh dan halal. Tapi bagaimana dengan hukum jual beli saham? 


Para ahli fikih kontemporer sepakat, bahwa haram hukum jual beli saham di pasar modal dari perusahaan yang bergerak di bidang usaha yang haram. Misalnya, perusahaan yang bergerak di bidang produksi minuman keras, bisnis babi dan apa saja yang terkait dengan babi, jasa keuangan konvensional seperti bank dan asuransi, dan industri hiburan, seperti kasino, perjudian, prostitusi, media porno, dan sebagainya. Dalil yang mengharamkan jual beli saham perusahaan seperti ini adalah semua dalil yang mengharamkan segala aktivitas tersebut.

Namun mereka berbeda pendapat jika saham yang diperdagangkan di pasar modal itu adalah dari perusahaan yang bergerak di bidang usaha halal, misalnya di bidang transportasi, telekomunikasi, produksi tekstil, dan sebagainya. Syahatah dan Fayyadh berkata,”Menanam saham dalam perusahaan seperti ini adalah boleh secara syar’i…Dalil yang menunjukkan kebolehannya adalah semua dalil yang menunjukkan bolehnya aktivitas tersebut.” (Syahatah dan Fayyadh, ibid., hal. 17).


Tapi ada fukaha yang tetap mengharamkan hukum jual beli saham walau dari perusahaan yang bidang usahanya halal. Mereka ini misalnya Taqiyuddin an-Nabhani (2004), Yusuf as-Sabatin (ibid., hal. 109) dan Ali As-Salus (Mausu’ah Al-Qadhaya al-Fiqhiyah al-Mu’ashirah, hal. 465). Ketiganya sama-sama menyoroti bentuk badan usaha (PT) yang sesungguhnya tidak Islami. Jadi sebelum melihat bidang usaha perusahaannya, seharusnya yang dilihat lebih dulu adalah bentuk badan usahanya, apakah ia memenuhi syarat sebagai perusahaan Islami (syirkah Islamiyah) atau tidak.

Aspek inilah yang nampaknya betul-betul diabaikan oleh sebagian besar ahli fikih dan pakar ekonomi Islam saat ini, terbukti mereka tidak menyinggung sama sekali aspek krusial ini. Perhatian mereka lebih banyak terfokus pada identifikasi bidang usaha (halal/haram), dan berbagai mekanisme transaksi yang ada, seperti transaksi spot (kontan di tempat), transaksi option, transaksi trading on margin, dan sebagainya (Junaedi, 1990; Zuhdi, 1993; Hasan, 1996; Az-Zuhaili, 1996; Al-Mushlih & Ash-Shawi, 2004; Syahatah & Fayyadh, 2004).

Taqiyuddin an-Nabhani dalam An-Nizham al-Iqtishadi (2004) menegaskan bahwa perseroan terbatas (PT, syirkah musahamah) adalah bentuk syirkah yang batil (tidak sah), karena bertentangan dengan hukum-hukum syirkah dalam Islam. Kebatilannya antara lain dikarenakan dalam PT tidak terdapat ijab dan kabul sebagaimana dalam akad syirkah.

Yang ada hanyalah transaksi sepihak dari para investor yang menyertakan modalnya dengan cara membeli saham dari perusahaan atau dari pihak lain di pasar modal, tanpa ada perundingan atau negosiasi apa pun baik dengan pihak perusahaan maupun pesero (investor) lainnya. Tidak adanya ijab kabul dalam PT ini sangatlah fatal, sama fatalnya dengan pasangan laki-laki dan perempuan yang hanya mencatatkan pernikahan di Kantor Catatan Sipil, tanpa adanya ijab dan kabul secara syar’i. Sangat fatal, bukan?

Maka dari itu, pendapat kedua yang mengharamkan bisnis saham ini (walau bidang usahanya halal) adalah lebih kuat (rajih), karena lebih teliti dan jeli dalam memahami fakta, khususnya yang menyangkut bentuk badan usaha (PT). Apalagi, sandaran pihak pertama yang membolehkan bisnis saham asalkan bidang usaha perusahaannya halal, adalah dalil al-Mashalih Al-Mursalah, sebagaimana analisis Yusuf As-Sabatin. Padahal menurut Taqiyuddin An-Nabhani, al-Mashalih Al-Mursalah adalah sumber hukum yang lemah, karena kehujjahannya tidak dilandaskan pada dalil yang qath’i (Asy-Syakhshiyah Al-Islamiyah, Juz III (Ushul Fiqih), hal. 437)


Dampak Positif dan Negatif Jual Beli Saham

Sebenarnya, transaksi saham di pasar memiliki dampak positif, disamping dampak negatifnya yang lebih banyak. Beberapa dampak positif dari jual beli saham adalah sebagai berikut:
  • Membuka pasar tetap yang memudahkan penjual dan pembeli dalam melakukan transaksi.
  • Mempermudah pendanaan pabrik-pabrik, perdagangan dan proyek pemerintah melalui penjualan saham.
  • Mempermudah penjualan saham dan menggunakan nilainya.
  • Mempermudah mengetahui timbangan harga-harga saham dan barang-barang komoditi, melalui aktivitas permintaan dan penawaran.

Akan tetapi, dampak negatif yang ditimbulkan dari transaksi saham, terutama pada pasar sekunder jauh lebih besar seperti:
  • Transaksi berjangka dalam bursa saham ini sebagian besar bukan jual beli sebenarnya, yakni tidak adanya unsur serah terima sebagai syarat sah jual beli menurut hukum Islam.
  • Kebanyakan dari transaksi saham adalah penjualan sesuatu yang tidak dimiliki, baik berupa uang, saham, giro piutang dengan harapan akan dibeli di pasar sesungguhnya dan diserahkan pada saatnya nanti, tanpa mengambil uang pembayaran terlebih dahulu.
  • Pembeli dalam pasar ini kebanyakan membeli kembali barang yang dibelinya sebelum dia terima. Hal ini juga terjadi pada orang kedua, ketiga atau berikutnya secara berulang. Peran penjual dan pembeli selain yang pertama dan terakhir, hanya untuk mendapatkan keuntungan semata secara spekulasi (membeli dengan harga murah dan mengharapkan harga naik kemudian menjualnya kembali).
  • Pemodal besar mudah memonopoli saham di pasaran agar bisa menekan penjual yang menjual barang-barang yang tidak mereka miliki dengan harga murah, sehingga penjualan lain kesulitan.
  • Pasar saham memilki pengaruh merugikan yang sangat luas. Harga-harga pada pasar ini tidak bersandar pada mekanisme pasar yan benar, tetapi oleh banyak hal yang lekat dengan kecurangan, seperti dilakukan oleh pemerhati pasar, monopoli barang dagangan dan kertas saham, atau dengan menyebarkan berita bohong dan sejenisnya.

Hukum Jual Beli Saham
1. Alasan Jual Beli Saham Haram

Suatu transaksi dianggap sah dalam Islam kalau ada akad. Bila pembelian saham hanya terjadi transaksi sepihak tanpa adanya akad dengan penjual langsung atau perusahaan yang bersangkutan, maka transaksi itu batal. Hal ini dikaitkan dengan sepasang laki-laki dan wanita yang akan menikah. Perbedaannya hanyalah pada akad nikah.

Tanpa adanya ijab dan kabul, maka pernikahan itu tidak sah. Jadi kalau mau menanamkan modal, harus ada perundingan atau negosiasi dengan perusahaan yang bersangkutan. Hal inilah yang membuat jual beli saham yang ada di bursa saham menjadi haram walaupun jenis usahanya halal.

2. Alasan Jual Beli Saham Halal

Perusahaan yang menjual sahamnya di bursa saham terutama di bursa saham Islam, telah menyerahkan penjualan sahamnya kepada bursa saham. Dalam hal ini pihak bursa saham menjadi ‘perwakilan’ dari perusahaan-perusahaan tersebut.

Dengan demikian, akad yang terjadi cukup dengan ‘perwakilan’ saja tidak harus berhubungan dengan perusahaan yang bersangkutan. Jadi, asalkan bidang usahanya halal, maka membeli sahamnya juga halal. Dengan kecanggihan teknologi, akad jual beli bisa dilakukan lebih sederhana dan cepat.

Hal ini pun merupakan ijtihad para ulama yang juga para pakar ekonomi kontemporer. Mengingat bahwa perkembangan zaman sudah sangat cepat, maka umat Islam pun harus berpacu, tapi dengan tidak mengabaikan tuntunan dan hukum Islam yang ada.
Needed Journals